DPRD PROV JABAR

DPRD Jabar Apresiasi Pemprov Jabar Tangani Penyaluran Bansos Dampak Covid-19

Hasanah.id – Pemerintah provinsi Jawa Barat terus mengevaluasi penyaluran bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Jabar. Mengingat adanya penolakan dari warga terkait bantuan tersebut.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, jika bansos senilai Rp 500 ribu dari Pemprov Jabar merupakan salah satu dari sembilan pintu bantuan kepada warga terdampak pandemi Covid-19.

Sembilan pintu itu adalah Kartu Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, bantuan sosial (bansos) dari presiden untuk perantau di Jabodetabek, Dana Desa (bagi kabupaten), Kartu Pra Kerja, bantuan tunai dari Kemensos, bansos provinsi, serta bansos dari kabupaten/kota.

Hal tersebut ditanggapi Wakil Ketua DPRD Jabar Oleh Soleh. Pihaknya menilai upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyalurkan batuan sosial dampak Covid-19 secara lebih awal dan lebih cepat perlu diapresiasi.

Oleh Soleh mengatakan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terbilang responsif dalam melakukan sejumlah upaya penanggulangan Covid-19. Termasuk, ujar Oleh, terkait dampak sosial ekonomi dengan menyalurkan bantuan dan menyiapkan anggaran hingga Rp4 triliun.

“Responsif, Kang Emil cukup responsif dengan berbagai inovasi dan kolaborasi,” kata Oleh, Sabtu (2/5/2020).

Menurut Oleh persoalan penanganan Covid-19 adalah persoalan global, langkah responsif Ridwan Kamil tidak akan mencapai nilai sempurna karena masih harus mengkoordinasikan peran antarkabupaten/kota, hingga antarprovinsi.

Oleh menilai respons Ridwan Kamil harus linear dengan bertambah atau berkurangnya kasus Covid-19.

“Responsnya sudah betul, segi bantuan sudah oke,” kata Oleh.

Meski begitu Oleh tetap menitikberatkan pada upaya memperbaiki dan meluruskan data penerima bantuan yang merupakan pekerjaan rumah bersama.

“Ada beberapa hal yang harus kita luruskan dan meluruskan data ini harus dikerjakan sama-sama dan [harus menjadi] kepedulian bersama,” kata legislator dari Fraksi PKB ini.

Pemprov Jabar menyiapkan 9 pintu bantuan untuk warga terdampak, dua pintu bantuan sosial berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Oleh mengatakan upaya Ridwan Kamil layak diapresiasi. Dia menunjuk Bantuan Nasi Bungkus yang menjadi salah satu pintu bantuan di luar Bansos tunai dan nontunai Pemprov Jabar.

“Saya apresiasi yang dilakukan gubernur dengan semangat gotong royong,” kata Oleh.

Anggota Fraksi PKS DPRD Jabar Abdul Hadi Wijaya juga mengapresiasi penyaluran bantuan di Jabar. Pihaknya menilai kecepatan dan bantuan lebih awal bukan penyebab gaduhnya urusan bansos di Jawa Barat. Abdul menekankan pada persoalan data.

“Data yang sepotong-sepotong itu mengakibatkan tidak nyambungnya kondisi di lapangan dengan [masyarakat] yang diberi harapan,” ujar Abdul.

Di lain sisi, Gubernur Jabar Ridwan Kamil melangkah cepat untuk menyalurkan bansos kepada masyarakat terdampak.

Sementara ada sejumlah pintu bantuan, terutama dari pemerintah pusat, yang belum turun. Kondisi ini membuat sejumlah pihak menilai penyaluran bantuan oleh Gubernur terlalu cepat, meski niatnya sudah baik.

“Jadi, Pak Gubernur kecepetan [menyalurkan bansos], akhirnya jadi ramai, viral,” katanya. (*)

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close
Close