DPRD Jabar Hj. Iis Turniasih, Gelar Sketsa Kebangsaan Iis Turniasih Di Kecamatan Ciampel Kabupaten Karawang
Sementara itu Insan Prayoga yang menjadi narasumber dalam sosialisasi 4 Pilar tersebut menyoroti tentang masalah intoleransi.
Setelah masa reformasi, Indonesia pernah didapuk sebagai salah satu model negara toleran , tempat agama dan demokrasi dapat hidup secara berdampingan. Akan tetapi, citra tersebut mulai diragukan dalam lima tahun terakhir.
Lebih lanjut, Anggota BSPN DPD PDI Perjuangan Jabar ini memaparkan, sebagaimana laporan Survey PPIM Jakarta tahun 2020 memperoleh data yang mencengangkan, 24,89% mahasiswa memiliki sikap intoleransi yang rendah.
“Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pada tahun 2020 melaporkan, potensi Gen-Z (rentang usia 14-19 tahun) terpapar radikalisme mencapai 12,7 persen. Sementara generasi millenial (berumur 20-39 tahun) mencapai 12,4 persen,” ujarnya.
Insan menekankan kepada setiap elemen bangsa betapa pentingnya memegang teguh nilai-nilai Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam menghadapi virus radikalisme dan intoleransi, nilai-nilai tersebut menjadi kekuatan untuk menghalau berbagai macam hal yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Keempat nilai ini pula yang diserap ke dalam Empat Pilar Kebangsaan DPRD Jabar.
“Gen-Z dan milenial menjadi sasaran empuk lantaran mereka sangat aktif mengakses internet dan pengguna aktif berbagai platform media sosial,” pungkasnya.***
