ADIKARYA PARLEMENBerita

DPRD Jabar Imbau Pemkab Subang Perketat Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional

ADIKARYA PARLEMEN

Hasanah.id  – Pemerintah Kabupaten Subang menegaskan, kalau pihaknya tidak akan memperpanjang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) parsial yang berakhir, Jumat (29/5/2020) yang lalu. Namun demikian pencarian kasus pandemi virus corona untuk memutus mata rantai melalui rapid tes terus dilakukan.

Melihat penularan saat ini, Subang mampu mengendalikan penularan Covid-19. Sebelum PSBB tercatat ada 11 kecamatan terkonfirmasi positif sampai dengan saat ini PSBB akan berakhir , kecamatan yang terlaporkan kasus dengan konfirmasi positif Covid-19 tidak bertambah. Bahkan dari 9 kecamatan hanya terdapat 1 desa saja yang tertular Covid-19 dan tidak menularkan ke desa lain dalam satu kecamatan.

Menyikapi hal tersebut, anggota Komisi I DPRD Jabar, Rafael Situmorang, SH menyampaikan kekhawatirannya terhadap penyebaran pandemi virus corona di Kabupaten Subang. Pasalnya, dia masih menemukan buruknya prilaku masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Saya mengimbau Pemerintah Kabupaten Subang untuk memperketat penerapan protokol kesehatan terutama kondisi di pasar-pasar tradisional yang berada di Subang,” ujarnya saat melakukan pengawasan ke Kabupaten Subang.

Meski PSBB Parsial di Kabupaten Subang tidak diperpanjang lagi, pentingnya protokol kesehatan tetap harus dijalankan.

“Di pasar itulah banyak orang yang berbeda latar belakang bertemu. Ada yang berdagang, ada yang membeli, ada yang memasok, ada yang mengelola, dan ada yang mengangkut barang-barang. Dan saya melihat mereka sangat mengabaikan protokol kesehatan. Masih banyak masyarakat di pasar jarang  menggunakan masker dan berdesak-desakkan, ini berpotensi menjadi klaster baru penyebaran covid-19 di Subang.” Imbuhnya saat di hubungi Senin 08/06/2020.

Protokol kesehatan yang ideal di pasar menurut Rafael salah satunya adalah dengan mengatur jarak antarpedagang. Pemerintah Kabupaten Subang wajib menyosialisasikan pentingnya menerapkan jaga jarak di Pasar. Tentu dengan regulasi yang jelas dari pemerintah.

Ia memberikan contoh kasus akibat tidak adanya protokol kesehatan yang ketat di pasar tradisional. Terdapat kasus positif baru dari pedagang pasar di sejumlah wilayah. Hal ini tentu membahayakan pedagang dan pembeli mengingat interaksi di pasar cukup ramai.

“Saya khawatir tambah banyak korban yang positif corona di berbagai daerah di Indonesia. Di Jawa Timur banyak klaster baru di pasar. Di Pasar Cileungsi Bogor juga begitu,” ujarnya. (Uwo-)

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close
Close