Beri 42 Rekomendasi, DPRD Jabar Nilai Kinerja Gubernur Tahun 2019 Tidak Memuaskan
- account_circle kusnadi
- calendar_month Kamis, 21 Mei 2020 01:07 WIB
- visibility 315
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Lanjut Memo menyebutkan bahwa fakta ini sebenarnya sudah terlihat sejak terjadinya trend penurunan daya serah terhadap Belanja Daerah yang hanya mencapai 91,2% dibanding Tahun 2018 yakni 94,47, artinya hampir 10% dari program yang direncanakan dan anggaran yang sudah dialokasikan lossed alias tak mampu dioptimalkan.
“Dan kami temui sebagian diantaranya justru pada kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat secara langsung, dalam pos Belanja Langsung,”ujarnya.
Dari sisi Pendapatan Daerah juga Gubernur tak mampu mencapai target, dari 36,12T hanya mampu meraih 36,03T. Penting kami garis bawahi bahwa tahun 2019 ini lah pertumbuhan PAD terkecil setidaknya dibanding 3 tahun terakhir.
“Gubernur harus mampu menjawab trend penurunan ini sebab jika tak segera ditangani, kami DPRD tak mau trend negatif ini terjadi lagi,”ujarnya.
Memo mengungkapkan, sayang sekali Gubernur tak mampu mengelola sektor Pariwisata padahal potensi sangat luar biasa. BUMD juga tak mampu dimanage agar menjadi perusahaan profesional, jangankan bersaing di level nasional, bahkan untuk level Jawa Barat Juara pun masih sulit.
Hal ketiga yang mempengaruhi negatifnya postur APBD Tahun 2019 adalah carut marutnya pengelolaan sektor ekonomi kemasyarakatan yang harusnya mampu menjadikan ketahanan pangan masyarakat. Tak terlihat perhatian serius. Kurangnya keberpihakan kebijakan dan anggaran menyebabkan sektor ini seperti partanian, peternakan, perikanan dan yang serumpun dengannya tak memuaskan.
- Penulis: kusnadi




