Breaking News
Trending Tags
Beranda » Berita » Dukung Proyek Infrastruktur Hijau Indonesia, Jerman Siap Kucurkan Rp 41T

Dukung Proyek Infrastruktur Hijau Indonesia, Jerman Siap Kucurkan Rp 41T

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Selasa, 9 Mar 2021
  • visibility 117
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Kerja Sama “Inisiatif Indonesia – Jerman untuk Infrastruktur Hijau” yang implementasinya resmi diluncurkan pada Kamis (04/03/2021). Kerja sama ini diarahkan pada proyek transformasi dan inovasi wilayah perkotaan yang bertujuan untuk mengurangi tingkat emisi karbon di Indonesia.

“Dalam kapasitas sebagai Menko Maritim dan Investasi, saya ingin meyakinkan semua pihak yang hadir saat ini bahwa inisiatif ini akan mencapai sasarannya. Keinginan kita untuk melakukan perbaikan lingkungan, pengurangan emisi karbon, dan peyediaan fasilitas layanan yang lebih baik bagi masyarakat sudah tampak titik terangnya. Dalam waktu ke depan kita akan bisa saksikan bersama sungai-sungai yang lebih bersih, sampah laut berkurang, akses air bersih yang lebih luas bagi masyarakat, serta sarana transportasi publik yang lebih efektif dan lebih baik,” tegas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dalam sambutannya.

Melalui kerja sama ini, Jerman akan memberikan dukungan pendanaan sebesar 2,5 milyar Euro, atau kurang lebih setara Rp 41,25 triliyun. Pendanaan ini akan diberikan secara bertahap selama lima tahun melalui kemitraan dengan bank KfW, yang merupakan Bank Nasional Jerman untuk pendanaan pembangunan, serta dengan pihak GIZ.

Selain dukungan pendanaan, Program Inisiatif Infrastruktur Hijau ini juga diwujudkan melalui kerja sama alih teknologi, kampanye penyadaran publik, serta dialog pada tataran kebijakan antara kedua pemerintah.

Menteri BMZ Jerman, Gerd Muller menegaskan Jerman terkesan dengan strategi dan target yang ditetapkan Indonesia untuk mengurangi sampah laut sebesar 70% di tahun 2025. Begitupun program pengelolaan sanitasi, penyediaan air bersih, dan pembenahan sistem transportasi publik yang lebih efektif dan ramah lingkungan. 

  • Penulis: khasanah
expand_less