Harga Minyak Dunia : Gejolak Antara Ketegangan Timur Tengah dan Harapan Gencatan Senjata
- account_circle Hasanah Team
- calendar_month 09 April 2026, 10:21 WIB
- visibility 51
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id– Dunia tengah menahan napas menyaksikan dinamika pasar energi global dalam sepekan terakhir. Harga minyak mentah dunia, yang sempat melambung tinggi akibat meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah, kini mulai menunjukkan tanda-tanda pendinginan. Laporan terbaru per 7-9 April 2026 mengungkapkan betapa sensitifnya “emas hitam” ini terhadap isu perdamaian dan keamanan global.
Hasanah.id mencatat, setelah sempat berada di titik didih, secercah harapan muncul dari meja diplomasi yang memberikan dampak instan pada pergerakan harga di pasar internasional.
Lonjakan Tajam di Awal April
Pada Selasa, 7 April 2026, pasar energi sempat diguncang ketidakpastian. Harga minyak mentah jenis Brent meroket hingga melampaui angka 110 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menyentuh level 113 dolar AS. Kenaikan ini dipicu oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap gangguan pasokan di Selat Hormuz—jalur krusial yang melayani hampir 20% pasokan minyak dunia.
Konflik yang melibatkan kekuatan besar di Timur Tengah sempat membuat investor bersiap menghadapi skenario terburuk. Beberapa analis bahkan memprediksi harga bisa menembus 150 dolar AS jika blokade jalur laut terus berlanjut. Bagi negara-negara pengimpor bahan bakar, situasi ini menjadi sinyal waspada bagi stabilitas ekonomi domestik.
- Penulis: Hasanah Team
- Editor: redaksi hasanah.id



