Breaking News
Trending Tags

Tindak Lanjut G2G: Kontrak Impor Minyak Rusia Dorong Pasokan

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026 23:08 WIB
  • visibility 109
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Pemerintah menegaskan kelanjutan impor minyak Rusia sebagai bagian dari komitmen pasokan energi nasional.

Bahlil Lahadalia mengatakan pada Kamis (25/6/2026) keputusan itu mengikuti perjanjian G2G antara Presiden Putin dan Presiden Prabowo.

Menurut Menteri ESDM, pelaksanaan teknis kontrak dipegang oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) yang berstatus Badan Layanan Umum di bawah Kementerian ESDM.

Meski jalur pelayaran di Selat Hormuz telah kembali dibuka seiring deeskalasi ketegangan di Timur Tengah, pemerintah memilih untuk tetap melanjutkan impor minyak Rusia.

Langkah ini merupakan realisasi rencana impor sebesar 150 juta barel yang akan direalisasikan secara bertahap hingga akhir 2026.

Bahlil menambahkan bahwa komunikasi juga telah dilakukan dengan Menteri ESDM Rusia untuk memastikan kelancaran pelaksanaan kontrak.

Lemigas bertanggung jawab pada aspek teknis, termasuk pengujian dan verifikasi kualitas minyak sesuai ketentuan kontrak.

Kementerian ESDM menyatakan proses pengawasan akan terus berjalan untuk menjaga keamanan pasokan energi dan kesesuaian prosedur pengadaan.

Pengawasan meliputi pemantauan jadwal pengiriman, verifikasi dokumen kontrak, dan kepatuhan terhadap standar mutu yang ditetapkan.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less