CPO naik 24 ringgit ke 4.592 RM/ton akibat minyak mentah
- account_circle khasanah
- calendar_month Senin, 29 Jun 2026 14:39 WIB
- visibility 100
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Dipacu Sentimen Minyak Global
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Kontrak acuan naik pada pembukaan perdagangan di Bursa Malaysia Derivatives, dengan kenaikan 24 ringgit atau 0,53 persen ke level 4.592 ringgit per ton untuk pengiriman September, menunjukkan tekanan positif pada harga CPO.
Pergerakan ini selaras dengan reli minyak nabati lain di bursa Asia, termasuk kontrak minyak kedelai teraktif di Bursa Dalian yang menguat 0,49 persen dan kontrak minyak sawit di sana yang naik 0,77 persen.
Di pasar Amerika, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga mencatat kenaikan 0,31 persen, faktor eksternal yang turut mempengaruhi sentimen harga CPO.
Kenaikan minyak mentah global akibat eskalasi ketegangan antara AS dan Iran menjadi salah satu pendorong utama.
Serangan-balasan baru-baru ini dinilai mengganggu jalur logistik energi melalui Selat Hormuz sehingga mendongkrak harga minyak bumi.
Tekanan pada minyak mentah membuat minyak nabati, termasuk CPO, lebih kompetitif sebagai bahan baku biodiesel di pasar internasional.
Pelaku pasar kini mengarahkan perhatian pada data ekspor CPO Malaysia periode Juni yang akan dirilis oleh perusahaan survei kargo pada hari Selasa.
Data tersebut dipandang penting untuk menilai kekuatan permintaan global terhadap komoditas ini.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



