Prabowo Pangkas BUMN Jadi 250 untuk Efisiensi Usaha
- account_circle khasanah
- calendar_month Senin, 29 Jun 2026 17:49 WIB
- visibility 80
- comment 0 komentar
- print Cetak

Rencana Prabowo Pangkas BUMN Akhiri Tumpang Tindih Usaha
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Langkah pemerintah untuk memangkas struktur BUMN sejak Juni 2026 memicu perdebatan tentang efektivitas, terutama terkait penyederhanaan jumlah BUMN sebagai jalan untuk mereduksi tumpang tindih usaha dan meningkatkan produktivitas lembaga milik negara.
Pengamat BUMN dan Direktur NEXT Indonesia Center, Herry Gunawan, menilai penyederhanaan jumlah BUMN akan memberi dampak positif pada efisiensi operasional perusahaan pelat merah.
Herry mengatakan penyederhanaan jumlah BUMN penting agar setiap entitas bisa berkonsentrasi pada bisnis inti dan menghindari kompetisi internal yang tidak perlu.
Menurut Herry, pengurangan lini usaha yang tumpang tindih akan memperjelas peran masing-masing BUMN.
“Dengan struktur yang lebih ramping, kontrol pemegang saham, termasuk oleh Danantara, akan menjadi lebih terarah dan efektif,” ujar Herry Gunawan.
Herry juga menyoroti praktik beberapa BUMN yang merambah bisnis non-core seperti pupuk yang ikut masuk ke sektor air minum sebagai contoh inefisiensi yang bisa diminimalkan melalui restrukturisasi.
Pernyataan serupa sebelumnya disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto ketika menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2026 di JCC Senayan, Jakarta, Minggu, 28 Juni 2026.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




