Breaking News
Trending Tags

Inflow SBN dan SRBI Capai US$9 miliar Seiring BI Rate 5,75%

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026 03:58 WIB
  • visibility 94
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Bank Indonesia menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan likuiditas di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian.

Rapat koordinasi terkait langkah stabilitas nilai tukar digelar bersama Dewan Ekonomi Nasional, Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, dan Kementerian Sekretariat Negara.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyampaikan bahwa BI menerapkan kebijakan jangka pendek yang difokuskan pada stabilitas nilai tukar dan perbaikan kondisi pasar keuangan.

Pernyataan tersebut disampaikan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (29/62026).

Untuk memperkuat nilai tukar rupiah, BI melakukan penyesuaian suku bunga acuan secara bertahap.

Dalam satu bulan terakhir BI menaikkan BI Rate sebesar 100 basis poin sehingga suku bunga acuan kini berada pada posisi 5,75%.

Destry menjelaskan bahwa pengetatan suku bunga turut mendorong masuknya modal asing ke pasar keuangan domestik.

Asupan modal tersebut tercatat pada instrumen yang diterbitkan pemerintah dan BI, yakni SBN dan SRBI.

Sampai secara year to date dari Januari hingga akhir Juni tanggal 26 yang lalu, inflow yang masuk untuk portofolio SBN dan SRBI sudah mencapai sekitar 9 miliar US Dollar.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less