PHE 19 tahun pertahankan produksi, kontribusi 65% minyak
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 30 Jun 2026 18:36 WIB
- visibility 99
- comment 0 komentar
- print Cetak

19 Tahun PHE: Migas Nasional Tumbuh Meski Natural Decline
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kontribusi terbesar berasal dari temuan Migas Non Konvensional (MNK) di Wilayah Kerja Rokan yang mencapai 724,22 juta barel minyak (MMBO).
Penerapan teknologi menjadi fokus operasional, antara lain multistage fracturing pertama pada sumur horizontal Kotabatak.
Inovasi lain termasuk pengembangan North Duri Development Area 14 melalui steamflood injection serta penerapan Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Minas Area A.
Memasuki 2026, program strategis yang disiapkan mencakup revitalisasi aset eksisting, pengembangan lapangan baru (greenfield), dan implementasi Enhanced Oil Recovery (EOR).
Rencana lain meliputi eksplorasi migas konvensional dan nonkonvensional, optimalisasi kebijakan fiskal, serta pengembangan teknologi CCS/CCUS untuk mendukung transisi energi.
Beberapa proyek utama yang menjadi fokus realisasi adalah pengembangan Lapangan Akasia Prima, Padang Pancuran, OO OX ONWJ, Sisi Nubi AOI, South Senoro, Manpatu, dan Masela.
Program rejuvenasi juga berjalan di lapangan Benuang, Lima ONWJ, ABAB, Tanjung Miring Barat, Lembak Kemang Tapus, dan Salawati.
Perusahaan melanjutkan implementasi multistage fracturing di Rokan serta mendorong eksplorasi laut dalam Natuna Timur dan pengembangan proyek CCS.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




