Breaking News
Trending Tags

Emas di atas US$4.100 dan perak US$61 naik usai NFP 57.000

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026 07:57 WIB
  • visibility 92
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Harga emas menguat di atas 4.100 Dolar AS per ons setelah rilis data ketenagakerjaan AS yang mengejutkan pasar, sementara perak diperdagangkan di sekitar 61 Dolar AS per ons.

Pelaku pasar merespons laporan yang menunjukkan penambahan 57.000 lapangan kerja pada Juni, jauh di bawah proyeksi 110.000, dan angka pengangguran 4,2 persen, sehingga harga emas mendapat dukungan safe haven.

Dengan data tenaga kerja yang lebih lemah serta revisi data sektor swasta sebelumnya, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed melunak dan turut menopang harga emas.

Kontrak berjangka Fed Funds kini mencerminkan probabilitas sekitar 50 persen untuk kenaikan suku bunga pada September, turun dari sekitar 67 persen sebelum data dirilis.

Penurunan probabilitas kenaikan suku bunga mengurangi imbal hasil real dan meningkatkan daya tarik logam mulia.

Kevin Warsh, mantan anggota Dewan Gubernur Federal Reserve, mencatat, “Ekspektasi inflasi mulai mereda…”.

Pergerakan harga minyak yang melemah juga memperkuat sentimen terhadap emas dan perak.

Pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran membuat aktivitas pengiriman komersial melalui Selat Hormuz mulai pulih, meredakan risiko geopolitik yang sempat menekan pasar.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less