IPO RANS Dinilai Berisiko dengan PER 30-38x vs IHSG 9,9x
- account_circle khasanah
- calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026 16:18 WIB
- visibility 115
- comment 0 komentar
- print Cetak

IPO RANS Jual Ekspektasi, Tekan Valuasi Dan Risiko Pasar
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Raymond menyimpulkan kondisi bukan dalam keadaan darurat dan perusahaan masih melakukan operasional dengan baik.
Namun ia mengingatkan investor untuk mengevaluasi potensi pertumbuhan jangka menengah dan panjang.
Salah satu isu struktural adalah ketergantungan pada figur publik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.
Perusahaan sendiri mengakui risiko tersebut secara eksplisit dalam dokumen IPO.
Raymond memuji keterbukaan perusahaan soal ketergantungan figur tersebut.
Ia menekankan bahwa reputasi dan aktivitas pasangan yang menurun dapat langsung berdampak pada pendapatan dari kerjasama merek dan talent management.
Untuk mengatasi risiko ini perusahaan mengumumkan rencana diversifikasi bisnis.
Sebagian dana hasil IPO akan dipakai untuk mendirikan perusahaan patungan di bidang kecerdasan buatan bersama PT Fitloop Global Technology.
Selain itu, alokasi dana juga diarahkan untuk pengembangan Cipungland dan penyelenggaraan konser.
Pertanyaan kunci yang diajukan adalah apakah dana IPO sekitar Rp430 miliar cukup untuk membiayai transformasi sehingga menciptakan sumber pendapatan baru yang stabil.
Dari sisi valuasi, saham ditawarkan dengan price to earnings ratio sekitar 30 hingga 38 kali.
Bandingan ini jauh di atas rata-rata PER IHSG yang berada di kisaran 9,9 kali.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




