Breaking News
Trending Tags

IHSG Menguat, Inflasi 3,34% dan Defisit US$1,61M Tekan BI

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Senin, 6 Jul 2026 08:52 WIB
  • visibility 109
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dinamika ini mendorong rotasi portofolio investor di pasar negara berkembang selama pekan lalu.

Di pasar modal domestik, sektor industri menjadi penggerak utama dengan penguatan 4,86 persen.

Sektor teknologi juga naik 2,24 persen dan turut menopang kenaikan IHSG.

Sebaliknya, sektor keuangan turun 1,35 persen dan sektor kesehatan anjlok 1,27 persen akibat aksi ambil untung dan kehati-hatian investor.

Di ranah komoditas, Bitcoin menguat 3,26 persen dan harga batu bara naik 3,09 persen.

Harga gas alam turun 2,85 persen, sementara penurunan harga minyak global berperan menekan tekanan inflasi impor.

Analis dari PT Ashmore Asset Management Indonesia menilai strategi investasi saat ini harus selektif dan bersifat defensif.

Mereka merekomendasikan prioritas pada saham berkapitalisasi besar yang memiliki likuiditas dan fundamental kuat untuk meredam volatilitas pasar.

PT Ashmore Asset Management Indonesia juga menekankan pentingnya memantau pemulihan arus logistik di Selat Hormuz dan implementasi reformasi pasar domestik.

Perpaduan sentimen eksternal yang membaik dan kelemahan domestik akan menentukan aliran modal asing serta arah kebijakan moneter di bulan-bulan mendatang.

Kondisi tersebut menegaskan kerentanan pasar negara berkembang terhadap perubahan ekspektasi suku bunga global, termasuk implikasinya bagi stabilitas pasar keuangan dan arus modal asing.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less