BRI tekan CoF menjadi 2,33% dan perkuat profitabilitas.
- account_circle khasanah
- calendar_month Rabu, 8 Jul 2026 20:31 WIB
- visibility 68
- comment 0 komentar
- print Cetak

BRI Tekan Cost Of Fund Dan Perkuat Profitabilitas Bank
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – BRI melaporkan bahwa strategi peningkatan dana murah (CASA) menjadi faktor utama dalam menekan biaya dana sekaligus memperkuat kualitas ekspansi bisnis bank di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Kebijakan peningkatan dana murah (CASA) memberi ruang likuiditas yang lebih luas untuk menjaga margin dan profitabilitas tanpa mengorbankan pertumbuhan kredit.
Peningkatan dana murah (CASA) tercermin pada kenaikan rasio CASA konsolidasian menjadi Rp1.058,6 triliun atau 68,07% dari total Dana Pihak Ketiga (DPK), menurut keterangan resmi yang dikeluarkan Rabu 8 Juli 2026.
Hingga Maret 2026, DPK BRI mencapai Rp1.555,1 triliun atau tumbuh 9,4% secara tahunan (YoY).
Perbaikan struktur pendanaan itu juga ditopang oleh pergeseran komposisi simpanan menuju dana murah yang lebih dominan.
Efisiensi pendanaan terlihat dari penurunan cost of fund BRI yang turun dari 2,98% pada Triwulan I-2025 menjadi 2,33% pada Triwulan I-2026, sebuah penurunan sebesar 65 basis poin.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyebut tingginya volume transaksi pada kanal digital sebagai pendorong utama pertumbuhan CASA.
Hery menyoroti kanal seperti BRImo, QLola by BRI, Business Merchant, dan QRIS BRI sebagai saluran yang meningkatkan likuiditas murah dan memperkuat hubungan dengan nasabah.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



