B50 Diproyeksikan Hemat Devisa Rp170 Triliun
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 9 Jul 2026 22:34 WIB
- visibility 44
- comment 0 komentar
- print Cetak

Mandatori B50 Meluncur, Perkuat Kedaulatan Energi Nasional
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Pemerintah resmi meluncurkan program B50 sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan energi nasional berbasis sumber daya domestik.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa B50 bukan sekadar peningkatan kadar biodiesel, melainkan bagian dari transformasi industri energi yang memberi nilai tambah bagi perekonomian dalam negeri.
Peluncuran B50 dilakukan oleh Bahlil saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat pada Kamis, 9 Juli 2026.
Sebagai produsen crude palm oil (CPO) terbesar dunia, Indonesia memanfaatkan keunggulan pasokan sawit untuk memperluas penggunaan biodiesel dalam skala nasional.
Kementerian ESDM memperkirakan implementasi B50 dapat meningkatkan penghematan devisa dari Rp133,3 triliun pada skema B40 menjadi sekitar Rp170 triliun.
Nilai tambah industri sawit diproyeksikan naik dari Rp20,92 triliun menjadi Rp23,49 triliun seiring peningkatan kebutuhan bahan baku.
Permintaan biodiesel nasional pada skema ini diperkirakan mencapai 16,7-18 juta kiloliter atau setara 15,2-16,3 juta ton CPO, dan menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja.
Dari aspek lingkungan, penggunaan campuran biodiesel yang lebih tinggi diperkirakan menurunkan emisi CO2 hingga 44,46 juta ton, lebih besar dibandingkan B40 yang mencapai 39,66 juta ton.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



