Prabowo: B50 Diperkirakan Hemat Devisa Rp170 Triliun
- account_circle khasanah
- calendar_month Jumat, 10 Jul 2026 04:18 WIB
- visibility 90
- comment 0 komentar
- print Cetak

Prabowo: Indonesia Terapkan B50, Dorong Penghematan Devisa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Pemerintah meluncurkan program biodiesel B50 pada Kamis (9/7/2026) di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Peluncuran dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto yang menyampaikan bahwa kebijakan itu bersifat mandatory dan menempatkan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang menerapkan biodiesel B50 secara nasional.
Dasar hukum pelaksanaan diatur melalui Permen ESDM Nomor 4 Tahun 2025 dan Kepmen ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 Tahun 2026 yang mengatur pengusahaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati.
Pemerintah memperkirakan program ini akan membawa dampak ekonomi dan lingkungan yang substansial.
Pada 2025, program B40 tercatat menghemat devisa sebesar Rp133,3 triliun.
Angka penghematan tersebut diproyeksikan meningkat menjadi sekitar Rp170 triliun pada 2026 setelah penerapan skema baru ini.
Nilai tambah hasil kelapa sawit (CPO) juga diperkirakan bertambah dari Rp20,92 triliun menjadi sekitar Rp23,49 triliun.
Implementasi di sektor ini diperkirakan mampu menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja.
Dari sisi lingkungan, kebijakan diperkirakan menurunkan emisi gas rumah kaca hingga sekitar 44,46 juta ton CO2 pada 2026.
Otoritas menilai langkah ini akan memperkuat ketahanan energi nasional dan menambah lapangan kerja domestik.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




