Prabowo Resah Meski Pemerintah Terapkan B50
- account_circle khasanah
- calendar_month Jumat, 10 Jul 2026 04:56 WIB
- visibility 90
- comment 0 komentar
- print Cetak

Prabowo Resah B50, Dampak Ekonomi Indonesia Jadi Sorotan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Presiden Prabowo Subianto menyatakan kekhawatiran publik terkait ketidakmampuan tim nasional untuk masuk Piala Dunia.
Pernyataan itu disampaikan saat peluncuran program biodiesel B50 di Rest Area Km 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).
Prabowo menekankan ketidaksesuaian antara capaian teknologi energi dan prestasi olahraga, terutama soal bagaimana bangsa ini bisa masuk Piala Dunia.
Pada awal sambutan, ia mengingatkan bahwa setiap kebijakan strategis kerap mendapat kritik tajam dari berbagai kalangan.
“Kita akan dienyek. Saya kasih tahu siap-siap, kita akan dihujat,” ujar Prabowo kepada hadirin, mengantisipasi respons publik dan opini ahli.
Ia menegaskan keyakinannya bahwa pemerintahan di bawah kepemimpinannya memiliki kapasitas untuk melaksanakan program-program besar nasional.
Di sela pidato, Prabowo kembali menyatakan ketidakpuasan atas kegagalan mencapai standar tertinggi sepak bola internasional dan mempertanyakan langkah konkret agar bisa masuk Piala Dunia.
Prabowo menyatakan, “Kita bisa B50, tapi tidak bisa masuk Piala Dunia, saya masih tidak puas. Saya tidak puas.”
Ia menyinggung kebutuhan perencanaan yang lebih fokus untuk pengembangan sepak bola usia muda, infrastruktur, dan pembinaan kompetitif jangka panjang.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




