Breaking News
Trending Tags

Brent turun 2,2% ke US$76,30 per barel usai laporan mediasi

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026 11:54 WIB
  • visibility 79
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Harga minyak mengalami koreksi setelah pembukaan yang volatile di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.

Perubahan harga minyak tercermin ketika minyak mentah Brent turun 2,2 persen menjadi 76,30 Dolar AS per barel.

Pergerakan pasar juga memukul West Texas Intermediate yang melemah sekitar 2 persen dan ditutup pada 72,08 Dolar AS per barel.

Lonjakan awal pasar dipicu oleh laporan serangan militer AS yang menargetkan sekitar 90 titik di Iran sebagai balasan atas serangan Iran terhadap kapal-kapal tanker di Selat Hormuz.

Iran membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah aset militer AS di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Yordania.

Elektronika sentimen berubah ketika beredar kabar soal mediasi yang melibatkan Qatar dan Pakistan untuk membuka jalur komunikasi antara Washington dan Teheran.

Harapan kembalinya pembicaraan diplomatik meredakan kekhawatiran investor atas potensi gangguan pasokan energi.

Sebelumnya sehari sebelumnya pasar mencatat reli kuat dengan WTI menguat 4,4 persen — kenaikan harian terbesar sejak 1 Juni — sementara Brent meningkat 5,4 persen, tertinggi sejak 4 Mei.

Reli tersebut dipicu oleh pernyataan mantan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan gencatan senjata dengan Iran berakhir dan mengancam kemungkinan pemberlakuan kembali blokade angkatan laut AS.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less