UHNWI Indonesia naik 82% menjadi 6.966 orang hingga 2031
- account_circle khasanah
- calendar_month Minggu, 12 Jul 2026 01:18 WIB
- visibility 100
- comment 0 komentar
- print Cetak

Orang Super Kaya RI Naik 82% Pemerintah Siapkan Skenario
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Pemerintah menempatkan perbaikan koefisien gini sebagai prioritas utama dalam rangka mengecilkan kesenjangan ekonomi nasional.
Arahan itu, menurut pejabat terkait, menjadi dasar penyusunan paket kebijakan yang diarahkan untuk mendorong pemerataan kesejahteraan.
Airlangga Hartarto menyatakan fokus pemerintah pada perbaikan koefisien gini dalam keterangan yang dikutip Sabtu, 11 Juli 2026.
Pemerintah merancang pendekatan yang simultan: meningkatkan daya beli kelas menengah dan memperkuat jaring pengaman sosial bagi kelompok miskin dan rentan.
Salah satu langkah konkret adalah penyaluran bantuan pangan berupa beras untuk tiga bulan, yakni Juli hingga September, khusus bagi rumah tangga pada desil terbawah.
Program bantuan beras itu dilanjutkan untuk menjaga ketahanan pangan keluarga miskin selama periode tiga bulan tersebut.
Untuk mendorong akses perumahan, pemerintah memperluas program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dengan plafon pembiayaan hingga Rp5 miliar bagi pembiayaan bisnis dan kepemilikan rumah.
Tingkat realisasi KUR Perumahan disebut memuaskan sehingga alokasi program dinaikkan menjadi Rp50 triliun sampai akhir tahun.
Peningkatan alokasi ini diharapkan mempercepat kepemilikan rumah dan memperkuat basis kesejahteraan kelas menengah ke bawah.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




