Purbaya: 5,6% menunjukkan ekonomi baik meski PHK 32.389
- account_circle khasanah
- calendar_month Rabu, 22 Jul 2026 18:12 WIB
- visibility 62
- comment 0 komentar
- print Cetak

Purbaya: PHK Massal Bukan Bukti Ekonomi Indonesia Anjlok
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan publik tidak boleh langsung menarik kesimpulan negatif hanya karena maraknya laporan pemutusan hubungan kerja di sejumlah perusahaan.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya menanggapi gelombang pemutusan hubungan kerja yang muncul berbarengan dengan catatan pertumbuhan ekonomi 5,6 persen pada triwulan I-2026.
Purbaya mengingatkan bahwa angka pemutusan hubungan kerja harus dianalisis berdampingan dengan data pembukaan lapangan kerja baru sebelum menilai kondisi ekonomi secara keseluruhan.
Dalam konferensi pers yang dikumpulkan di Jakarta, Rabu 22 Juli 2026, Purbaya menjelaskan bahwa dinamika masuk-keluar perusahaan adalah bagian alami dari mekanisme pasar.
Ia mengatakan beberapa entitas usaha memang berhenti beroperasi dan melakukan PHK, namun ada pula perusahaan baru yang tumbuh dan menyerap tenaga kerja.
Purbaya menyoroti bahwa penurunan tingkat pengangguran menjadi indikator bahwa penciptaan pekerjaan baru masih melebihi pekerjaan yang hilang.
Angka pertumbuhan 5,6 persen pada triwulan pertama tahun ini disebutnya sebagai yang tertinggi untuk periode triwulan pertama sejak 2013.
Menurut Purbaya, capaian tersebut menggambarkan kondisi agregat perekonomian yang relatif sehat meskipun terdapat kebangkrutan dan pemutusan hubungan kerja pada level mikro.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



