ATR/BPN dukung Pertamina dengan empat instrumen pertanahan
- account_circle khasanah
- calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026 11:58 WIB
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ossy menekankan bahwa dalam banyak kasus prioritasnya adalah mengaktifkan kembali lahan yang ada agar produktif, bukan selalu mencari lokasi baru.
Instrumen ketiga menyorot kepastian hukum atas tanah dan aset, termasuk langkah sertifikasi aset Pertamina sebagai upaya menjamin investasi jangka panjang sektor energi.
Instrumen keempat fokus pada penyelesaian masalah pertanahan, seperti klaim, tumpang tindih, penguasaan tanah, dan konflik dengan masyarakat, yang akan ditangani melalui ketentuan hukum sambil membuka ruang dialog.
Kerja sama formal antara ATR/BPN dan Pertamina dibangun melalui nota kesepahaman pada Desember 2024 sebagai landasan teknis dan administratif pelaksanaan program.
Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan mengapresiasi percepatan dukungan perizinan dari kementerian dan lembaga lain, serta mencatat replikasi keberhasilan hilir di mana telah diselesaikan lebih dari 165 perizinan.
Iriawan menyatakan optimisme bahwa dukungan lintas kementerian akan membantu pencapaian target energi pada 2029 dan mempercepat realisasi proyek infrastruktur energi demi ketahanan energi nasional.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




