CPO Meningkat ke 5.018 RM/ton Dipicu El Nino dan B50
- account_circle khasanah
- calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026 14:32 WIB
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Harga CPO melonjak hampir 6,54 persen di Bursa Malaysia Derivatives sepanjang pekan ini, menorehkan kenaikan mingguan terbesar dalam 24 pekan terakhir.
Kontrak berjangka ditutup naik 1,15 persen pada akhir pekan dan menetap pada angka 5.018 ringgit Malaysia per ton.
Lonjakan ini memperpanjang penguatan menjadi tiga pekan berturut-turut dan membawa harga ke level tertinggi sejak Desember 2024.
Reli pekan ini mendapat dorongan dari sentimen positif di pasar internasional, termasuk tren penguatan minyak nabati di Bursa Dalian.
Permintaan domestik Indonesia juga diproyeksikan meningkat menjelang pelaksanaan penuh program biodiesel B50 yang dijadwalkan bergulir pada Oktober 2026.
Kekhawatiran atas ancaman El Niño turut memperkuat ekspektasi pasar mengenai potensi penurunan produksi sawit di kawasan ringkasan produsen utama.
Meski demikian, tekanan pasokan tetap ada; stok minyak sawit Malaysia pada Juli 2026 tercatat menumpuk hingga mencapai level tertinggi dalam lima bulan terakhir.
Di sisi permintaan global, kilang minyak nabati di India menunjukkan potensi peralihan ke minyak kedelai yang lebih murah, sementara impor kedelai India diperkirakan dapat mencapai rekor pada Agustus 2026.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




