Emas spot naik 0,7% ke 4.636,34 USD/ons oleh pelemahan Dolar
- account_circle khasanah
- calendar_month Senin, 24 Agt 2026 10:10 WIB
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

Harga Emas Melesat: Dampak Pelemahan Dolar AS dan Tantangan Isu Geopolitik Terkini
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Perdagangan Senin 24 Agustus 2026 mencatat lonjakan tajam pada harga emas, dengan kontrak spot menguat 0,7 persen ke posisi 4.636,34 Dolar AS per ons dan mencapai level tertinggi sejak 15 Mei.
Sentimen serupa terlihat pada pasar berjangka Amerika Serikat, di mana kontrak Desember naik 0,3 persen menjadi 4.694,80 Dolar AS per ons, sementara pergerakan ini mendorong minat beli pada komoditas logam mulia lainnya.
Tekanan jual pada Dolar AS akibat rencana Departemen Keuangan AS untuk mendukung pembelian kembali obligasi menjadi salah satu pemicu utama perhatian pelaku pasar terhadap harga emas saat ini.
Perak spot melonjak 0,8 persen ke 69,51 Dolar AS per ons pada sesi yang sama.
Platinum menguat 0,4 persen menjadi 1.885,38 Dolar AS per ons, sedangkan paladium hanya naik tipis 0,1 persen ke 1.350,53 Dolar AS per ons.
Kenaikan ini merupakan kelanjutan dari lonjakan lebih dari 5 persen yang terjadi pada pekan sebelumnya, menandakan dorongan permintaan yang kuat dalam beberapa sesi terakhir.
Pelaku pasar kini menantikan rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Juli dan pidato ketua The Fed di simposium Jackson Hole untuk mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga AS ke depan.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




