APTINDO: Ekspor gandum anjlok 75%, pasokan terigu aman
- account_circle khasanah
- calendar_month Senin, 24 Agt 2026 16:58 WIB
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gandum Ukraina Terhambat: Solusi Industri Tepung Alihkan Pasokan untuk Ketersediaan Pangan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (APTINDO) menyatakan kondisi saat ini belum mengancam pasokan gandum bagi industri tepung terigu nasional.
Pernyataan itu disampaikan oleh Ratna Sari Loppies, Direktur Eksekutif APTINDO, pada Senin, 24 Agustus 2026.
Menurut Loppies, pasokan gandum masih dapat dipertahankan melalui sumber alternatif apabila pengiriman dari Ukraina terganggu.
APTINDO mengingatkan bahwa aliran komoditas melalui rute Laut Hitam mengalami penurunan signifikan.
Data menunjukkan ekspor gandum dan komoditas pangan melalui Laut Hitam anjlok 75 persen pada dua pekan pertama Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan itu bertepatan dengan puncak musim panen di Ukraina dan berisiko menimbulkan penumpukan hasil panen di tingkat petani.
Serangkaian serangan terhadap infrastruktur pelabuhan di Laut Hitam menjadi faktor utama yang menghambat aktivitas ekspor pertanian Ukraina.
Untuk merespons situasi tersebut, APTINDO menilai diversifikasi pemasok sebagai langkah strategis.
Pasokan dari Ukraine bisa di-source dari negara lain, seperti Australia, AS, Argentina, Bulgaria, dan lain-lain, kata Loppies.
APTINDO juga menyoroti faktor iklim yang menekan produksi di beberapa negara pemasok.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




