Breaking News
Trending Tags

Rupiah melemah ke Rp17.721 per US$ akibat sanksi AS ke Iran

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Senin, 24 Agt 2026 18:41 WIB
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Angka itu meningkat tajam dibandingkan triwulan I 2026 yang sebesar 3,6 miliar Dolar AS atau 1 persen terhadap PDB.

Ibrahim menilai pelebaran defisit tersebut dipengaruhi beberapa faktor yang diperkirakan bersifat temporer.

Salah satu penyebab utama adalah kenaikan impor minyak sejalan dengan tingginya harga minyak dunia, menurut Ibrahim Assuaibi.

Meski begitu, kinerja Neraca Pembayaran Indonesia secara keseluruhan dinilai masih terjaga pada triwulan II 2026.

Pada periode itu Neraca Pembayaran mencatat defisit 900 juta Dolar AS, jauh lebih rendah dibandingkan defisit 9,1 miliar Dolar AS pada triwulan I 2026.

Ibrahim juga mengingatkan bahwa pelemahan ekspor akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi global menjadi perhatian pasar.

Ketegangan geopolitik antara AS, Israel dan Iran serta konflik Rusia-Ukraina di Eropa Timur turut menambah risiko bagi prospek perdagangan.

Ibrahim memperkirakan Rupiah akan bergerak fluktuatif namun cenderung ditutup melemah di rentang Rp17.720-17.770 per Dolar AS.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less