ASPIRASI Desak Hentikan Klasifikasi Desil 9-10 DTSEN
- account_circle khasanah
- calendar_month Senin, 24 Agt 2026 22:05 WIB
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

Serikat Pekerja Protes Desil 9: Tuntutan dan Dampak Terhadap Kesejahteraan Pekerja di Indonesia
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) mengecam praktik penetapan desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dinilai menempatkan warga berpenghasilan rendah ke dalam kelompok desil 9 dan 10.
Organisasi itu menegaskan bahwa penetapan desil berimplikasi langsung terhadap akses masyarakat terhadap perlindungan sosial dan subsidi yang disalurkan pemerintah.
Menurut ASPIRASI, banyak keluhan dari warga dan pekerja menunjukkan bahwa penetapan desil berubah tanpa mencerminkan kondisi ekonomi riil keluarga.
Beberapa warga berpendapatan pas-pasan, termasuk mereka dengan penghasilan Rp3 juta ke bawah, kini tercatat dalam desil tinggi sehingga dikhawatirkan terlepas dari daftar penerima bantuan.
Pernyataan resmi disampaikan oleh Mirah Sumirat, Presiden ASPIRASI, dalam pernyataan yang disampaikan di Jakarta, Senin, 24 Agustus 2026.
Organisasi meminta evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penetapan desil yang menjadi dasar seleksi penerima manfaat program sosial.
ASPIRASI menilai bahwa akurasi data tidak boleh diukur semata oleh klasifikasi statistik jika indikator kehidupan sehari-hari tidak tertangkap oleh sistem.
Mereka khawatir perubahan klasifikasi akan menyebabkan hilangnya nama-nama rumah tangga yang sejatinya masih membutuhkan bantuan pemerintah.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




