APKLI-P dorong 100 juta UMKM unggul melalui pendampingan
- account_circle khasanah
- calendar_month Rabu, 26 Agt 2026 23:28 WIB
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

PKL dan UMKM: Katalis Utama Pertumbuhan Ekonomi Rakyat yang Berkelanjutan dan Produktif
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Asosiasi Pedagang Kaki Lima Perjuangan (APKLI-P) mengusung agenda penguatan peran pedagang kaki lima dan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi rakyat dalam Musyawarah Nasional (Munas) VI.
Munas VI digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada 25-27 Agustus 2026 dan menjadi forum pengambilan keputusan strategis organisasi.
Dalam pertemuan itu, APKLI-P menegaskan perluasan fokus pendampingan tidak hanya pada pedagang kaki lima (PKL) tetapi juga pada UMKM yang menjadi basis ekonomi lokal.
Ketua Umum APKLI-P, Ali Mahsun Atmo, menyatakan bahwa organisasi akan merangkul sektor usaha mikro dan kecil secara lebih menyeluruh.
Ali menjelaskan bahwa pendampingan diarahkan hingga sektor hulu ekonomi produktif untuk menjangkau petani, nelayan, serta usaha industri skala desa dan kelurahan.
Menurutnya, jika pendampingan hanya berhenti di hilir, peluang untuk menciptakan lapangan usaha baru dan pemerataan kesejahteraan menjadi terbatas.
Dalam Munas VI, APKLI-P juga mengusulkan pembentukan Badan Perekonomian UMKM Republik Indonesia sebagai institusi nasional untuk memperkuat ekosistem usaha kecil.
Ali menyampaikan pesan khusus kepada Pak Wamendes agar gagasan badan tersebut disampaikan kepada Presiden sebagai upaya mencapai target 100 juta UMKM unggul.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




