Breaking News
Trending Tags

Rupiah melemah ke Rp17.754 per USD, pasar tunggu data inflasi

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Senin, 31 Agt 2026 13:14 WIB
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Rupiah dibuka melemah pada awal pekan perdagangan Senin 31 Agustus 2026, seiring pelaku pasar menahan posisi sebelum rilis data inflasi resmi.

Pergerakan tercatat bergerak menuju level Rp17.754 per Dolar AS, melemah 61 poin atau 0,34 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Rupiah mendapat tekanan dari sentimen kehati-hatian investor domestik dan global yang menunggu sinyal kebijakan dari angka inflasi pekan ini.

Ibrahim Assuaibi, pengamat mata uang dan komoditas, menilai data inflasi akan menjadi acuan utama bank sentral dalam menentukan arah suku bunga.

Menurut Ibrahim, inflasi yang terkendali dapat membuka ruang pelonggaran, sementara inflasi tinggi berpotensi mempertahankan suku bunga pada level ketat.

Ia juga mencatat bahwa fluktuasi pasokan serta ketergantungan pada bahan impor turut membayangi sentimen menjelang rilis data perdagangan Agustus 2026.

Tekanan nilai tukar dikhawatirkan ikut meningkatkan biaya impor bahan pangan domestik dan mempersempit ruang fiskal bagi kebijakan pemerintah.

Untuk perdagangan hari Senin, Ibrahim memperkirakan mata uang berfluktuasi namun ditutup melemah dalam rentang Rp17.690- Rp17.750.

Ia menambahkan proyeksi untuk pekan depan berada pada kisaran Rp17.600-Rp17.900, tergantung arah data ekonomi dan respons kebijakan moneter.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less