Berita

Ekowisata Kawasan Bandung Utara Dibuka, Harapan Baru Bagi Masyarakat Desa Hutan

Hasanah.id – Kawasan Wisata Bandung Utara mulai kembali dibuka sejak Sabtu, (13/06). Pembukaan wisata tersebut dilakukan seiring dengan berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Bandung Barat dan Kabupaten Bandung.

Dibukanya Kawasan Wisata Lembang ini setelah Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan Kabupaten Bandung Barat sebagai Zona Biru penyebaran Covid-19. Namun, pembatasan pengunjung serta protokol kesehatan diberlakukan di seluruh wisata Lembang. Pengunjung hanya diperbolehkan sebanyak 30 persen.

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara mengatakan, pembukaan objek wisata akan dilakukan bertahap mulai besok hari. Objek wisata yang dibolehkan beroperasi yakni wisata yang sudah menerapkan protokol kesehatan.

“Untuk pembukaan wisata besok akan dilaksanakan, kita buka sedikit-sedikit dulu sambil melihat kondisi. Lalu dievaluasi setiap minggu biar tetap aman,” kata Umbara saat ditemui di Lembang, Bandung Barat, Jumat (12/6)lalu.

Hal senada diungkapkan Kepala Perum Perhutani KPH Bandung Utara, Komarudin yang menjelaskan jika pihaknya telah resmi membuka kawasan objek wisata dibawah pengelolaan Perum Perhutani KPH Bandung Utara.

“Merujuk Surat Edaran Bupati Bandung Barat dan Surat Edaran Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bandung, yang menerangkan kawasan objek wisata sudah bisa dibuka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.” Ujar Komarudin, saat dibuhungi.

Ia menjelaskan protokol kesehatan yang dimaksud diberlakukan kepada petugas/karyawan dari perhutani itu sendiri yang bertugas di tempat wisata, mulai dari surat pernyataan sehat serta kelengkapan personal seperti tersedianya masker, sarung tangan dan alat pengukur suhu.

“Sosialisasi kami laksanakan selain kepada karyawan kami sendiri, juga karyawan pengelola wisata dalam upaya menciptakan rasa aman dan kenyamanan pengunjung.” Imbuhnya.

Disinggung apakah sudah semua kawasan wisata telah dibuka, Ia pun menyampaikan, sebelum kawasan wisata ini dibuka, pihaknya telah bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung telah melaksanakan assesment penanganan covid-19 kepada para pengelola wisata.

“Belum semua dibuka, karena kami berlakukan kepada mitra pengelola sebelum membuka tempat wisata yang dikelolanya harus mengikuti assesment penanganan covid-19. Dalam assesment tersebut, setiap tempat wisata harus mengikuti protokol kesehatan seperti menyiapkan kelengkapan mulai termogan, masker, desinfektan, alat cuci tangan atau handsanitizer, serta rambu-rambu untuk menjaga jarak para pengunjung. ” Tambah Komarudin.

Dengan dibukanya kembali aktivitas wisata di masa pandemi corona setidaknya berdampak pula bagi masyarakat sekitar hutan, yang mana pelibatan mereka sudah lama sejalan dengan proram perhutanan sosial yang digagas kementerian Lingkungan Hidup.

Meski masih 30% maksimal yang ditetapkan pemerintah, kondisi ini berharap menjadi nilai tambah ekonomi yang selama ini hilang. “Saya kira ini menjadi survie awal bagi masyarakat, meski baru 30% carying capacity yang di tetapkan pemerintah daerah, mudah-mudahan melalui evaluasi satu bulan kedepan bisa naik menjadi 50% bahkan 100%, sehingga masyarakat bisa kembali menikmati hasil dari aktiitas wisata ini.” Pungkasnya. (Uwo)

Tags
Back to top button
Close
Close