BeritaHeadlineLIFE STYLE

Ganjar Pranowo: Saya Mulai ‘Gila’ (Bersepeda)

Hasanah.id – Olahraga sepeda atau bersepeda kembali menjadi tren saat pandemi virus corona atau Covid-19. Namun bagi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, bersepeda sudah menjadi bagian gaya hidupnya.

Sejak kecil, pria kelahiran Karang Anyar, Jawa Tengah ini akrab dengan sepeda dan menjadikannya sebagai alat transportasi utama.

“Sejak SD, saya sekolah naik sepeda. SMP naik sepeda, kemudian SMA, kuliah karena tidak terlalu mampu alias miskin, saya sering pinjam sepeda teman akrab saya,” bebernya seperti dilansir Bisnis.com.

Ganjar menambahkan, ketika menjadi gubernur, dia kerap menggunakan sepeda ketika berkantor atau blusukan. Dengan menggunakan sepeda dia bisa lebih dekat untuk mendengar aspirasi masyarakatnya di Jawa Tengah. Ketimbang mobil dinas, sepeda lebih membantu Ganjar masuk ke gang sempit untuk melihat langsung kondisi warganya.

Lagi pula, dia tidak harus memakai baju dinas lengkap dengan pangkat yang menempel dan justru membuat masyarakat enggan curhat.

Akhirnya bersepeda kini tak lepas dari identitas Ganjar.

“Kalau sepedaan, padahal saya sudah tutup pakai masker, kaca mata, orang masih kenal, masih teriak, ‘Pak Ganjar’,” sebutnya.

Selain alat transportasi dan blusukan, sepeda juga dijadikan sarana untuk berolahraga. Tak jarang dia melakukan touring hingga ikut event sepeda tingkat nasional seperti “Tour de Borobudur” yang rutin diselenggarakan setiap tahun.

“Lumayan jauh muter-mutenya sekitar Semarang, Magelang, Boyolali, Solo, kadang-kadang ke daerah Gunung Lawu,” tutur Ganjar.

Ada pengalaman yang mungkin memalukan bagi Ganjar saat bersepeda. Hal ini terjadi awal menjadi Gubernur Jawa Tengah pada 2014 silam, usai kembali dari Jakarta. Pria yang juga pecinta alam ini mengaku sempat pingsan saat mengayuh sepeda di Semarang.

Namun kenyataannya kondisi jalanan antara di Jakarta dengan Semarang berbeda. Topografi jalanan di Semarang lebih naik turun ketimbang di Jakarta yang terbilang datar.

“Ternyata teknik bersepeda saya nggak bagus. Saya naik, nggak kuat, terus pingsan,” ujarnya.

Ganjar tak kapok. Untungnya ada sejumlah komunitas goes alias orang yang hobi bersepeda datang langsung melatihnya teknik-teknik dalam bersepeda. Seperti teknik mengayuh melihat kondisi jalan, teknik bernapas, teknik meningkatkan energi saat berada di tanjakan, cara bersepeda di jalanan menurun, hingga teknik menjaga keseimbangan.

Hasilnya, gubernur yang memiliki tubuh ideal ini mahir bersepeda. Bahkan untuk menopang kebutuhannya, dia mulai membeli beragam jenis sepeda sesuai dengan kondisi dan penggunaannya. Mulai dari sepeda gunung (mountine bike/MTB), sepeda jalan raya (road bike), sepeda hybrid (penggabungan MTB dan road bike), hingga sepeda lipat yang sering dipakainya untuk berdinas.

Dengan menyesuaikan jenis sepeda tersebut, Ganjar mengaku tak lagi merasa capek ketika bersepeda dari Semarang-Borobudur-Magelang.

“Saya mulai diracuni. Setelah itu, saya mulai gila (bersepeda),” imbuhnya.

Bersepeda memang mengasyikkan bagi Ganjar. Sebab selain menyalurkan hobi dan memudahkannya bertemu masyarakat, bersepeda juga menjaga tubuhnya tetap bugar.

Oleh karena itu, dia menyarankan agar masyarakat juga berolahraga dengan bersepeda. Namun dengan catatan, harus menggunakan pakaian yang sesuai dengan memperhatikan keamanan, serta mematuhi aturan lalu lintas di jalan. Jangan memenuhi jalan tidak sesuai jalur dan bisa menimbulkan protes pengguna jalan lainnya.

Di tengah Covid-19 ini, penting juga menerapkan protokol kesehatan saat bersepeda. Salah satunya menggunakan masker.

“Tapi mainkan maskernya, jangan pas ditanjakan dipakai,” tukasnya. **

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close
Close