Headline

Gubernur Jabar Tandatangani Peraturan Sanksi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan, Ini Besaran Dendanya

Hasanah.id – Peraturan Gubernur (pergub) yang mengatur sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan telah ditandatangani oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Sanksi tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi individu yang tidak memenuhi aturan seperti tidak memakai masker.

Emil, sapaan Ridwan Kamil mengatakan, sanksi juga berlaku untuk tempat atau kegiatan. Seperti misalnya resepsi pernikahan hingga acara-acara lain dengan skala lebih besar.

“Sanksi ini memuat ketentuan-ketentuan baik bagi pelanggaran individu maupun level kegiatan dan tempat. Mencakup kegiatan resepsi yang melanggar aturan, atau kegiatan di skala yang lebih besar,” ungkapnya dalam konferensi pers, Selasa (28/7/2020).

Besaran denda administratif di setiap level (perorangan atau bukan) dan tempat berbeda-beda. Pada kegiatan ruang publik, denda administratif sebesar Rp100 ribu. Sekolah dan/atau institusi sebesar Rp150 ribu. Kegiatan sosial budaya sebesar Rp500 ribu.

Besaran denda administratif moda transportasi umum pun berbeda antara pengemudi dan pengelola. Pengemudi sepeda motor yang melanggar protokol kesehatan didenda Rp100 ribu, sedangkan pengemudi mobil pribadi/dinas didenda Rp150 ribu.

Aturan ini disebut telah berlalu sejak Senin (27/7/2020), namun dalam sepekan ke depan sanksi masih berlaku secara sosial.

“Tidak akan langsung pendendaan, dalam 7 hari ini sifatnya sanksi sosial yang simpatik. Para petugas dipimpin Satpol PP, TNI dan Polri menegur dan juga memberi masker (bagi warga yang tidak pakai masker),” ungkapnya.

Barulah pada pekan depan, ia mengatakan, sanksi administrasi mulai diberlakukan. Warga ataupun instansi/perusahaan yang mendapat denda akan diberikan kuitansi online oleh pihak berwajib untuk membayar besaran dana denda yang ditetapkan.

“Dana ini masuk ke kas daerah dan akan dipergunakan kembali untuk urusan Covid-19,” ungkapnya.

“Tidak melulu urusan individu, pergub ini mengatur (pelanggaran) di tempat wisata, transportasi hingga kegiatan sosial budaya,” tegasnya.

Tags
Back to top button
Close
Close