Berita

Hanya 15 Kab/Kota, Tidak Semua Wilayah di Jawa Barat Diterapkan New Normal atau AKB

Hasanah.id– Jawa Barat akan mulai menerapkan new normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pada Senin besok tepatnya tanggal 1 Juni 2020. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memutuskan dari 27 Kabupaten/Kota hanya 15 kabupaten/kota yang akan diterapkan New Normal. Sedangkan 12 wilayah lainnya akan tetap diminta melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara parsial.

“AKB akan diterapkan pada wilayah yang sudah masuk dalam zona biru, itu jumlahnya ada 15. Yang masih zona kuning akan tetap menerapkan PSBB parsial,” ujar Emil dalam konferensi pers di Gedung Pakuan, Jumat (29/5).

Ke-15 wilayah yang akan melakukan AKB yakni Kabupaten Bandung Barat (KBB) , Kabupaten Ciamis, Cianjur, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Garut, Kuningan, Majalengka, Pangandaran, Purwakarta, Sumedang, Tasikmalaya, Kota Banjar, Kota Cirebon, Kota Sukabumi, dan Kota Tasikmalaya.

Sedangkan wilayah yang masuk dalam zona kuning dan akan tetap melakukan PSBB adalah Kabupaten Bandung, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten Sukabumi, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Cimahi, dan Kota Depok.

Emil mengatakan, wilayah yang menerapkan AKB akan diberikan 400 ambulans dilengkapi dengan alat rapid test. Ambulans itu akan berkeliling ke beberapa tempat keramaian dan beberapa tempat yang kita anggap harus diwaspadai dalam adaptasi kebiasaan baru.

Sebelumnya, Emil menjelaskan keputusan AKB dan PSBB sudah berdasarkan pada sistem evaluasi dan data yang ada. Sehingga dalam memutuskan wilayah mana yang menetap AKB sudah dikaji bersama para ahli.

“Kami setiap mengambil keputusan berdasarkan data, kami tidak ingin asal-asalan dan salah satu pencapaian hari ini angka reproduksi COVID-19 selama 14 hari angkanya 1 kemarin nol koma sekian,” jelasnya.

Emil menyebutkan selama 14 hari terakhir, kasus virus corona terkendali berkat beberapa pihak terkait dalam penanganan COVID-19 Jabar. ODP menurun lantaran pihak kepolisian memutarbalikkan kendaraan selama PSBB dan menahan pemudik dari Bandung ke Jakarta.

“Laju ODP juga turun, ini akibat Kapolda putarbalikkan kendaraan dari Jawa Tengah dan menahan warga Jabar ke Jakarta,”sebutnya.

Sedangkan untuk PDP juga menurun berkat tenaga medis yang sudah bekerja dengan maksimal. Menurutnya, letak geografis Jabar berbeda dengan wilayah lainnya.

“PDP menurun ini akibat kerja tenaga medis. Evaluasi PSBB Jabar dilakukan secara proposional dan ini wilayah geografisnya berbeda,” katanya.

Sementara itu, zona merah yang sebelumnya masuk dalam kategori tingkat kewaspadaan COVID-19, dalam beberapa waktu ke depan sudah tidak ada. Ia mengatakan yang ada kini hanya zona biru, kuning, dan hijau.

“Hari ini ada 12 daerah masuk zona kuning, sekarang tidak ada zona merah. Zona biru masuk level dua terkendali, maka AKB kami lakukan,”pungkasnya.

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close
Close