Breaking News
Trending Tags

2 Wanita Lecehkan Al Quran di Bulukumba Viral, Ini Sosoknya!

  • account_circle Atep Hilmansyah
  • calendar_month 28 Februari 2026, 16:59 WIB
  • visibility 74
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bulukumba, Hasanah.id- Viral Kasus 2 Wanita lecehkan al quran di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan luas publik dalam beberapa hari terakhir.

Video berdurasi singkat yang memperlihatkan candaan dengan memelesetkan ayat suci Al Quran beredar cepat di media sosial dan memicu reaksi keras masyarakat. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Rabu, 25 Februari 2026.

Dalam rekaman yang viral, dua perempuan tersebut terdengar melafalkan ayat Al Quran dengan perubahan bunyi dan kemudian mengartikannya menggunakan bahasa daerah secara bercanda.

Konten itu lantas menyebar luas dan memancing kemarahan warganet, terlebih karena insiden terjadi menjelang bulan suci Ramadan, momen yang identik dengan meningkatnya sensitivitas keagamaan di tengah masyarakat.

Informasi mengenai video tersebut pertama kali diterima aparat kepolisian dari seorang tokoh agama di Bulukumba. Laporan disampaikan secara lisan dan langsung ditindaklanjuti oleh jajaran Polres Bulukumba. K

asat Reskrim Polres Bulukumba, Iptu Muhammad Ali, menyampaikan bahwa pihaknya segera melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat untuk merespons laporan tersebut.

Menurut keterangan yang disampaikan, aparat bergerak cepat melakukan penelusuran terhadap identitas dua perempuan yang ada dalam video. Setelah dilakukan penyelidikan awal, keduanya berhasil diamankan untuk dimintai klarifikasi dan keterangan lebih lanjut terkait konten yang beredar.

Kapolres Bulukumba, AKBP Restu Wijayanto, membenarkan bahwa langkah-langkah telah diambil, termasuk pemeriksaan terhadap kedua perempuan tersebut. Selain proses klarifikasi, kepolisian juga mengedepankan pendekatan pembinaan dengan melibatkan tokoh agama dan unsur pemuda setempat.

Dalam proses tersebut, kedua perempuan tidak hanya dimintai keterangan, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai dalil-dalil Al Quran agar memahami kesalahan yang telah dilakukan. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Iptu Muhammad Ali menjelaskan bahwa setelah menjalani pembinaan, kedua perempuan tersebut telah menyampaikan permintaan maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Video yang memicu polemik juga telah dihapus dari media sosial. Sebagai bentuk tanggung jawab, keduanya mengganti unggahan tersebut dengan video permintaan maaf secara terbuka.

Langkah ini diharapkan dapat meredakan ketegangan yang sempat muncul di tengah masyarakat. Meski demikian, aparat tetap mengimbau agar publik tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar.

Pihak kepolisian menekankan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif, terutama menjelang Ramadan. Masyarakat diminta untuk menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat yang berwenang.

Kasus 2 Wanita lecehkan al quran ini bermula dari sebuah candaan yang kemudian berkembang menjadi polemik luas di ruang digital. Aparat memastikan bahwa proses klarifikasi, pembinaan, serta permintaan maaf telah dilakukan.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Atep Hilmansyah
expand_less