HUKUM & KRIMINAL | Satgas BLBI Panggil Tommy, Tagih Utang 2,6 T

Hutang Rp 2,6 Triliun, Tommy Soeharto Dipanggil Satgas BLBI

Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto. Foto: AFP/Romeo Gacad

Hasanah.id, Bandung – Satgas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) memanggil Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto pada Kamis (26/8). Pemanggilan Tommy untuk menyelesaikan piutang negara sebesar Rp2,61 triliun.

Selain memanggil eks pemilik PT Timor Putra Nasional tersebut, Satgas BLBI yang bertindak sebagai debt collector pemerintah itu juga memanggil Ronny Hendrarto Ronowicaksono.

Dalam surat pemanggilan yang diteken Rionald Silaban sebagai Ketua Satgas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI, agendanya adalah penyelesaian hak tagih negara dana BLBI sebesar Rp 2.612.287.348.912.

Tommy adalah salah satu pihak yang terkait dengan BLBI. Hal itu sesuai dengan penetapan Jumlah Piutang Negara Nomor PJPN-375/PUPNC.10.05/2009 tanggal 24 Juni 2009.

Satgas BLBI sendiri melaporkan sampai saat ini masih terus mengejar aset debitur yang terlibat dalam BLBI sebesar Rp 110,45 triliun.

“Masih terus kita kerjakan, kita terus memetakan dan berusaha mendapatkan aset terlebih dahulu untuk kita eksekusi,” kata Rionald.

Jika Tommy tidak memenuhi kewajiban penyelesaian hak tagih negara tersebut, satgas memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan sebagaimana diatur dalam perundang-undangan.

“Mengenai tindakan apa yang saya ambil, saya mungkin tidak akan sampaikan karena itu bagian dari proses. Tapi percayalah kami kerja cepat mungkin karena kami tahu waktu kami hanya sampai Desember 2023,” ujar Rionald.

Satgas diresmikan Menko Polhukam Mahfud MD selaku Dewan Pengarah BLBI di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, 4 Juni 2021. “Tidak ada yang bisa bersembunyi! Karena di sini daftarnya ada dan Anda semua punya daftar para obligor dan debitur. Jadi kami tahu, Anda pun tahu, sehingga tidak usah saling buka, mari kooperatif saja,” kata Mahfud MD saat itu.

Total
27
Shares
Related Posts