Berita

Imbas Covid-19 Lebih dari 1,9 Jt Pekerja Di PHK dan Dirumahkan

Hasanah.id – Hampir dua juta tenaga kerja sejauh ini dirumahkan atau di-PHK. Keputusan tersebut diambil pelaku usaha karena tertekan wabah virus corona (Covid-19).

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), tenaga kerja yang dirumahkan atau di-PHK mencapai 1.943.916 orang. Rinciannya, 1.500.156 tenaga kerja formal dan tenaga kerja informal 443.760 orang

“Sektor yang paling banyak korban PHK yaitu sektor informal. Datanya ada di Kementerian Koperasi dan UMKM,” kata Ida, Ahad, 19 April 2020.

Per tadi malam, kata dia, sektor formal yang telah merumahkan dan mem-PHK karyawan ada 83.546 perusahaan. Dari sisi pekerjanya ada 1,5 juta pekerja atau buruh yabg di-PHK atau dirumahkan.

Adapun sektor informal yang tercatat di Kementerian Ketenagakerjaan yang terdampak sebanyak 30.794 perusahaan. Sedangkan tenaga kerja yang terdampak sebanyak 443.760 orang.

“Kelihatannya kecil, namun sektor informal ini sebenarnya lebih banyak. Tapi data ini tersebar, terutama di Kementerian Koperasi dan UMKM,” ujarnya.

Langkah pemerintah untuk percepatan penanganan Covid-19 ini, kata Ida, adalah melalui optimalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN yang sudah dialokasikan sebesar Rp 405,1 triliun. Kemudian pemulihan dampak ekonomi Covid-19 melalui stimulus ekonomi, insentif pajak, relaksasi, pemenuhan kewajiban perusahaan dan kemudian impor bahan baku industri.

“Kemudian untuk meringankan beban buruh yg dirumahkan atau di-PHK, pemerintah melakukan peningkatan program perlindungan sosial melalui pembebasan pemotongan pembayaran listrik, program keluarga harapan, kartu  sembako dan program Kartu Prakerja,” Ida manambahkan.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengimbau pelaku usaha untuk mempekerjakan kembali pekerja yang di-PHK atau dirumahkan saat situasi membaik.

“Kalau ekonomi kembali normal, dunia usaha normal, kami harap teman-teman pengusaha mengaktifkan kembali dan mengajak lagi teman-teman (pekerja) yang di-PHK untuk sama-sama (bekerja kembali). Kan kalau sudah kerja sudah lama, saya kira sudah seperti keluarga bisa direkrut (lagi),” ujarnya. (*)

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close
Close