Indonesia Visionary Leader Season VII, Bupati Dony Bertekad Wujudkan Inovasi Digital Birokrasi - Hasanah

Indonesia Visionary Leader Season VII, Bupati Dony Bertekad Wujudkan Inovasi Digital Birokrasi

Hasanah.id – Bupati Sumedang Dony A. Munir memaparkan presentasi di hadapan empat dewan juri dalam Indonesia Visionary Leader Season VII dengan tema Peran Visi di Tengah Pandemi, Bersinergi dan Berkolaborasi untuk Bangsa di iNews Tower, Rabu (10/3).

“Awal tahun 2020 kami disapu badai disrupsi oleh pandemi covid. Ini yang memantik kami untuk mengembangkan inovasi disruptif. Kalau tidak inovasi ya mati. Jadi kami melakukan inovasi,” katanya.

Bukan perkara mudah untuk mewujudkan pemerintahan yang berkualitas, bahkan menjadi unggulan di tingkat internasional. Namun, mimpi tersebut coba diwujudkan Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui reformasi birokrasi dan inovasi digital yang dilakukan.

Dalam menjalankan inovasinya Dony lebih menitikberatkan untuk memanfaatkan teknologi informatika. Dia meyebut ada dua aplikasi yang dibuat dalam penanganan covid yakni Maijah dan Maunah.

“Dari sisi aplikasi ini memepercepat mempermudah kita mengatasi covid. Pencegahan covid ada aplikasi Maijah. Aplikasi ini untuk memantau perkembangan covid-19 di Kabupaten Sumedang. Misalnya dimana sekarang yang covid jadi cepat ditangani,” ungkapnya.

Dony mendorong reformasi birokrasi yang lebih efektif dan efisien melalui disruptif inovasi berbasis digital. Adapun di antaranya yaitu melahirkan inovasi digital birokrasi yaitu aplikasi e-Office ASN dan Tahu Sumedang. Kemudian, inovasi digital desa yaitu e-Office Desa dan e-SAKIP Desa.

“Lalu ada juga aplikasi untuk bantuan sosial yakni Mauneh. Sistemnya by name by address. Jadi masyarakat tahu dapat bansos atau engga. Jadi tidak ramai. Kan sekarang banyak pintu bansos. Misalnya bansos yang ini sudah keluar, lalu yg satu belum kan bisa menimbulkan protes biasanya. Dengan Mauneh semua data ada di sana. Ada transparansi di sana,” lanjutnya.

Bahkan usaha yang dilakukan Dony ini membuahkan hasil dalam penanganan covid-19. Sumedang tidak saja dinilai berhasil menekan angka covid tapi juga diganjar bonus anggaran dari pemerintah pusat berupa dana insentif daerah (DID).

“Kami berupaya menjadikan Sumedang sebagai world class government di 2023. Makanya kami ingin mencoba memasukkan sistem dalam inovasi atau sebaliknya. walaupun berat tapi ini pilihan. Inovasi harus masuk pada sebuah sistem. Innovate or die. Tidak ada jalan lain,”pungkasnya. (nun/*)

Total
0
Shares
Related Posts