Belum lagi kalau pekerjaan artificial itu dikerjakan asal-asalan seperi trotoar yang tidak rapih, tidak ramah untuk pejalan kaki, penerangan jalan umum masih kurang. Ini hal hal yang menjadi tantangan bagi kepala daerah yang baru.
Kepala daerah punya beban berat untuk memajukan daerahnya, kota pusat kabupaten, kota-kota kecamatan. Pasalnya diharapkan kota-kota itu bisa memberikan pelayanan bagi penduduk disekitarnya.
“Seperti pasar di kota kecamatan, bisa memenuhi kebutuhan primer secara bulanan, sehingga masyarakat pedesaan sekitarnya bisa berbelanja tidak perlu jauh-jauh,”ujar Teh Ineu sapaan akrab Ineu Purwadewi Sundari.
Teh Ineu mengatakan bahkan lebih bagus lagi kalau kota kecamatan menjadi pusat transaksi produk pertanian dan kerajinan tangan desa-desa sekitarnya.
“Begitu juga untuk pelayanan kesehatan pendidikan. Misal rumah sakit type D ada di kecamatan, Sekolah Lanjutan Atas dengan kualitas bagus juga ada di kecamatan,”pungkasnya.