Breaking News
Trending Tags

Israel Gempur Wilayah Dekat Beirut Targetkan Pabrik Drone Bawah Tanah

  • account_circle Hasanah 014
  • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025 22:14 WIB
  • visibility 180
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HASANAH.ID – Serangan udara kembali dilakukan Israel terhadap wilayah Lebanon, tepatnya di bagian selatan luar kota Beirut, hanya beberapa hari menjelang perayaan Iduladha. Aksi militer ini memicu kekhawatiran luas di tengah masyarakat sipil dan mengancam stabilitas regional yang telah rapuh sejak lama.

Pihak militer Israel mengklaim bahwa operasi tersebut menyasar fasilitas bawah tanah milik Hizbullah yang diyakini digunakan sebagai pabrik pembuatan drone. Serangan dilakukan pada Kamis (5/6/2025), tak lama setelah peringatan evakuasi dikeluarkan untuk sejumlah bangunan yang diklaim digunakan sebagai markas oleh kelompok tersebut.

Dikutip dari laporan BBC Internasional, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyebut lokasi target sebagai pusat produksi drone berskala besar milik Hizbullah.

 “pabrik tersebut berada di bawah tanah dan mampu memproduksi ribuan unit pesawat nirawak,” tulis IDF.

Militer Israel juga menuding bahwa dukungan teknis dan logistik terhadap fasilitas itu diberikan langsung oleh Iran, sekutu utama Hizbullah di kawasan Timur Tengah.

Tindakan pengeboman ini dilakukan di tengah masa gencatan senjata yang sebelumnya telah berlangsung selama enam bulan antara Israel dan Hizbullah. Kondisi tersebut semakin memperburuk tensi geopolitik di Lebanon, apalagi dilakukan menjelang hari raya besar umat Islam.

Kecaman keras datang dari pihak pemerintah Lebanon. Perdana Menteri Nawaf Salam dalam pernyataan resminya menuding serangan itu bukan sekadar pelanggaran, tetapi juga sebagai upaya sistematis untuk merusak kedaulatan negara.


“Saya meyakini mereka melakukan serangan yang disengaja dan sistematis ke Tanah Air kami, keamanannya, stabilitasnya, dan juga ekonomi, khususnya jelang liburan dan musim wisatawan,” ungkap Nawaf melalui platform X.

Usai peringatan evakuasi disampaikan, ribuan warga terpaksa mengungsi secara mendadak. Arus lalu lintas di wilayah padat penduduk pun mengalami kemacetan parah. Tak lama setelah itu, kepulan asap tebal terlihat membumbung di langit Beirut.

Presiden Lebanon, Joseph Aoun, menilai insiden tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap perjanjian internasional yang sebelumnya telah disepakati kedua belah pihak. Ia juga menyoroti waktu pelaksanaan serangan yang bertepatan dengan momen sakral bagi umat Muslim.
Aoun menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak hanya mencederai stabilitas politik, tetapi juga menghancurkan kehormatan atas hari suci yang akan dirayakan.

Militer Israel kemudian mengeluarkan pernyataan lanjutan bahwa penggunaan drone secara ekstensif oleh Hizbullah dianggap sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasional.

“kegiatan itu merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kesepahaman antara Israel dan Lebanon,” lanjut IDF.

Hingga artikel ini ditulis, belum ada respons resmi dari pihak Hizbullah terkait klaim maupun serangan udara tersebut.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Hasanah 014
expand_less