Netanyahu Tegaskan Rebut Jalur Gaza Secara Total, Ancaman Evaluasi Pejabat Jika Menolak
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
- visibility 107
- comment 0 komentar
- print Cetak

Netanyahu Tegaskan Rebut Jalur Gaza Secara Total, Ancaman Evaluasi Pejabat Jika Menolak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dikabarkan akan memperluas operasi militer untuk menguasai sepenuhnya wilayah Jalur Gaza. Langkah ini dipandang sebagai upaya menyelamatkan sandera yang masih berada di sana, namun menuai kritik dari beberapa pihak, termasuk keluarga sandera dan pejabat pertahanan internal.
Netanyahu akan mengadakan rapat kabinet keamanan hari ini (5/8). Seorang pejabat yang akrab dengan rancangan keputusan menyebut bahwa penaklukan Gaza telah menjadi keputusan yang “bulat.”
“Keputusan sudah bulat—kami akan melakukan penaklukan penuh. Jika Kepala Staf tidak setuju, maka ia harus mengundurkan diri,” ujarnya.
Rencana ini ternyata menimbulkan resistensi dari sebagian lembaga pertahanan, terutama menyangkut area-area di mana sandera diyakini masih berada.
Sejauh ini, sekitar 50 sandera diyakini masih ditahan di Gaza oleh kelompok bersenjata. Sekitar 20 orang diyakini masih hidup, meskipun kondisi mereka belum sepenuhnya diketahui.
Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, menyatakan bahwa strategi perluasan operasi ini dimaksudkan demi keselamatan sandera.
“[Operasi ini] mencerminkan tekad kami untuk mengembalikan semua sandera—dan mengakhiri konflik setelah usaha diplomasi proposional tidak membuahkan hasil,” ujar Sa’ar.
- Penulis: Bobby Suryo



