Breaking News
Trending Tags

Dolar AS Melemah Usai Data Tenaga Kerja Picu Spekulasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

  • account_circle Bobby Suryo
  • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025 09:16 WIB
  • visibility 110
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Nilai tukar dolar Amerika Serikat melemah setelah rilis data ketenagakerjaan menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja, sehingga pelaku pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga acuannya bulan ini.

Indeks Bloomberg Dollar Spot ditutup lebih rendah pada Jumat, meski sempat memangkas kerugian setelah jatuh hingga 0,7%. Sejak awal tahun, indeks ini sudah kehilangan lebih dari 8% nilainya terhadap mata uang utama dunia.

“Setelah laporan ini, pasar kemungkinan akan lebih condong pada sikap dovish terkait arah kebijakan The Fed,” ujar Jayati Bharadwaj, analis dari TD Securities.

“Kami tetap melihat prospek jangka panjang dolar cenderung melemah, meskipun masih ada kemungkinan rebound dalam jangka pendek.”

Investor kini bersiap menghadapi dimulainya kembali pelonggaran kebijakan moneter oleh The Fed bulan ini. Sebagian pelaku pasar bahkan berspekulasi adanya pemangkasan hingga setengah poin persentase, setelah data payroll AS mengindikasikan kebutuhan dukungan lebih besar bagi ekonomi dan pasar kerja. Faktor defisit fiskal serta dampak tarif impor yang diberlakukan Presiden Donald Trump juga terus menekan dolar.

“Data hari ini tidak menggembirakan dan memperkuat pandangan bahwa The Fed tertinggal dari situasi yang ada,” kata Brad Bechtel, Kepala Global FX di Jefferies.

“Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga lebih lanjut masuk akal, dan laporan inflasi pekan depan akan menjadi penentu arah dolar.”

Menurut perkiraan Bloomberg, inflasi AS diproyeksikan meningkat pada Agustus setelah bertahan di level 2,7% selama dua bulan terakhir. Data indeks harga konsumen dijadwalkan rilis pada Kamis mendatang.

Sementara itu, pelaku pasar semakin banyak bertaruh pada pelemahan dolar. Data dari Commodity Futures Trading Commission menunjukkan posisi spekulatif bearish terhadap mata uang cadangan dunia ini mencapai sekitar US$5 miliar hingga pekan yang berakhir 2 September. Tren posisi negatif terhadap dolar sudah berlangsung sejak awal April.

Di antara mata uang utama, franc Swiss dan dolar Selandia Baru mencatat kinerja terbaik. Sebaliknya, dolar Kanada (loonie) tertinggal setelah data menunjukkan penurunan lapangan kerja di Kanada untuk bulan kedua berturut-turut, sehingga meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga oleh Bank of Canada bulan ini.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Bobby Suryo
expand_less