Andy Page mengatakan Inggris memperpanjang peringatan panas.
- account_circle khasanah
- calendar_month Senin, 29 Jun 2026 12:34 WIB
- visibility 90
- comment 0 komentar
- print Cetak

Inggris Peringatkan Warganya Waspada, Memanas Pasokan Energi Dan Harga Pangan!
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Inggris menghadapi gelombang panas yang diperpanjang setelah otoritas meteorologi melaporkan rekor suhu tertinggi untuk bulan Juni selama tiga hari berturut-turut.
Met Office memperluas status Amber Warning ke beberapa wilayah yang diperkirakan terdampak gelombang panas tersebut.
Perluasan peringatan mencakup London, Inggris Tenggara, East Anglia, dan sebagian East Midlands untuk meningkatkan kesiapsiagaan lokal menghadapi kondisi ekstrem.
Amber Warning diberlakukan tidak hanya pada siang hari yang sangat panas tetapi juga untuk malam hari yang diperkirakan lembap dan tetap hangat.
Kondisi malam yang tidak menyejukkan berpotensi memperburuk risiko kesehatan bagi kelompok rentan seperti lansia, bayi, dan penderita penyakit kronis.
Data Met Office menunjukkan rekor sementara suhu tertinggi untuk bulan Juni mencapai 37,3 derajat Celsius yang tercatat di Santon Downham, Suffolk.
Angka ini melampaui catatan 1976 sebesar 35,6 derajat Celsius yang tercatat di Southampton, menandai pergeseran pola suhu ekstrem di wilayah tersebut.
Met Office menyatakan puncak gelombang panas terjadi pada hari Jumat, menandai hari ketiga berturut-turut saat rekor suhu Juni tercapai.
Andy Page, kepala prakiraan di Met Office, menyebut peristiwa panas luar biasa itu sebagai sinyal perubahan pola iklim yang menggeser batas suhu ekstrem di Inggris.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




