Breaking News
Trending Tags

Keir Starmer Minta Maaf atas Praktik Adopsi Paksa di Inggris

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026 09:53 WIB
  • visibility 114
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dokumen penting dilaporkan hilang, diubah, atau dibuat sulit diakses sehingga proses pencarian sering memakan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Komite Parlemen sebelumnya merekomendasikan penyelidikan dan tindakan untuk menangani konsekuensi adopsi paksa, dan permintaan maaf ini merupakan respons atas rekomendasi tersebut.

Pemerintah menyatakan akan mempertimbangkan langkah memperbaiki akses ke catatan sejarah serta menyediakan dukungan bagi korban.

Kelompok korban dan advokat hak asasi manusia menyambut pengakuan tetapi menuntut langkah konkret seperti akses dokumen yang lebih mudah dan kompensasi.

Para advokat menekankan bahwa permintaan maaf harus diikuti dengan rencana implementasi yang jelas dan program dukungan psikologis yang memadai.

Pernyataan resmi menegaskan bahwa rasa malu atas praktik masa lalu bukanlah milik para ibu dan anak, melainkan tanggung jawab negara dan lembaga terkait.

Pemerintah diharapkan segera menjabarkan rincian implementasi rekomendasi Parlemen dan mengomunikasikan langkah-langkah konkret kepada publik.

Proses pembukaan arsip dan pemulihan akses menjadi kunci untuk memberikan keadilan bagi korban dan keluarga yang mencari kebenaran.

Pengawasan yang lebih ketat, transparansi data, dan bantuan psikologis serta kemungkinan kompensasi disebut sebagai tuntutan utama kelompok korban.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less