Kazem Gharibabadi menyatakan Selat Hormuz bukan zona militer
- account_circle khasanah
- calendar_month Senin, 6 Jul 2026 10:25 WIB
- visibility 120
- comment 0 komentar
- print Cetak

Iran Larang Pamer Kekuatan Militer, Memanas Ancaman Ganggu Pasokan Minyak!
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Ketegangan atas keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz kembali memicu perdebatan antara negara-negara kawasan dan kekuatan luar regional.
Inisiatif bersama Inggris dan Prancis untuk memperkuat keselamatan navigasi di kawasan itu mendapat perhatian luas karena posisi strategis Selat Hormuz bagi perdagangan energi global.
Respon keras datang dari Tehran; pejabat Iran menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga keamanan Selat Hormuz seharusnya berada pada negara-negara pesisir dan bukan menjadi arena unjuk kekuatan militer oleh aktor luar kawasan.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi, menuliskan bahwa Iran dan Oman merupakan penjamin stabilitas di rute tersebut.
Gharibabadi mengkritik pernyataan bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai mengesampingkan peran negara-negara regional dalam menjaga keamanan maritim.
Pemerintah London dan Paris menyebut perairan itu sebagai urat nadi bagi perekonomian dunia dan menegaskan perlunya memulihkan pelayaran aman bagi kapal dari semua negara.
Menurut pernyataan kedua belah pihak, Oman telah menyetujui langkah kerja sama dengan Inggris dan Prancis untuk memastikan perairan kedaulatan Sultanat Oman aman bagi aktivitas pelayaran internasional.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




