Dalya Eweis: Gelombang panas di Amerika Serikat tewaskan 25
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 7 Jul 2026 00:09 WIB
- visibility 120
- comment 0 komentar
- print Cetak

Cuaca Panas Ekstrem Di AS Memanas, 25 Orang Tewas Dan Tekan Energi!
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Gelombang panas ekstrem melanda sebagian wilayah Amerika Serikat dan menyebabkan puluhan korban jiwa di beberapa wilayah, mendorong peningkatan kewaspadaan menjelang dan setelah perayaan Hari Kemerdekaan pada 4 Juli.
Gelombang panas ekstrem tercatat memengaruhi area dari Deep South dan Midwest hingga Pesisir Timur.
Data terakhir menunjukkan sedikitnya 25 orang meninggal dunia akibat kondisi panas tersebut.
Pejabat kesehatan New Jersey melaporkan jumlah kematian terkait panas di negara bagian itu naik dari 19 menjadi 22 per 4 Juli.
Selain New Jersey, pihak berwenang mencatat satu kematian di Illinois dan dua di Mississippi yang terkait kondisi cuaca ekstrem itu.
Di Washington, DC suhu mencapai 38,8 derajat Celsius pada 4 Juli, angka yang memecahkan rekor lebih dari satu abad.
Di wilayah New York tercatat suhu hingga 100,4 derajat Fahrenheit (sekitar 38 derajat Celsius) pada 2 Juli sehingga beberapa titik aspal dilaporkan mengalami pelayuan.
Badai yang menyertai gelombang panas turut menambah tekanan pada jaringan listrik di beberapa negara bagian.
Gangguan pasokan listrik meningkatkan risiko pemadaman dan mempersulit respons layanan darurat.
Rumah sakit dan fasilitas kesehatan melaporkan lonjakan pasien dengan gejala terkait panas sehingga kapasitas layanan tertekan.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




