Netanyahu Sambut Saudi Masuk Abraham Accords usai Syarat AS
- account_circle khasanah
- calendar_month Jumat, 24 Jul 2026 02:52 WIB
- visibility 92
- comment 0 komentar
- print Cetak

Netanyahu Sambut Saudi Gabung Abraham Accords Usai Syarat Nuklir AS, Memanas Kawasan!
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Reaksi Israel terhadap kemungkinan Arab Saudi bergabung dengan Abraham Accords memicu perdebatan diplomatik baru yang berfokus pada implikasi politik dan keamanan regional.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut kemungkinan itu dan menilai bahwa Arab Saudi bergabung dengan Abraham Accords dapat menjadi langkah strategis bagi peningkatan hubungan dan kerja sama lintas sektoral.
Pernyataan publik ini muncul setelah unggahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengaitkan kelanjutan pembicaraan kerja sama nuklir sipil dengan kemungkinan Arab Saudi bergabung dengan Abraham Accords.
Trump menyampaikan bahwa dialog nuklir antara Washington dan Riyadh akan lebih kondusif jika Riyadh mempertimbangkan normalisasi hubungan dengan Tel Aviv.
Penggabungan isu nuklir sipil dan normalisasi diplomatik memicu kekhawatiran para pengamat mengenai prioritas kebijakan luar negeri dan syarat-syarat yang diberlakukan kepada Arab Saudi.
Hingga saat ini, otoritas Saudi belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi atau menolak langkah tersebut secara publik.
Riyadh konsisten menyatakan bahwa normalisasi tidak akan ditempuh sebelum ada kemajuan nyata menuju pembentukan negara Palestina yang merdeka.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



