Breaking News
Trending Tags

Pedro Sánchez sebut 60.000 migran ke Ceuta picu krisis

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026 09:31 WIB
  • visibility 44
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Gelombang migran Ceuta yang terjadi akhir pekan lalu mencatat lonjakan besar dengan sekitar 60.000 orang memasuki eksklave Spanyol di ujung Afrika Utara.

Peristiwa gelombang migran Ceuta ini memicu krisis kemanusiaan dan politik yang langsung memantul ke Madrid dan forum Uni Eropa.

Gelombang migran Ceuta itu juga disertai korban jiwa, dengan laporan awal menyebut sekitar 88 orang tewas dalam kondisi yang melibatkan tenggelam dan terinjak-injak.

Ribuan orang dilaporkan menembus pos pemeriksaan dan berhasil masuk ke wilayah kota sebelum sebagian kembali ke Maroko dalam beberapa hari.

Ketibaan pendatang tersebut melebihi kapasitas penanganan darurat dan layanan dasar yang tersedia di Ceuta.

Pemerintah Spanyol di bawah Perdana Menteri Pedro Sánchez menanggapi insiden ini dengan menyebutnya sebagai sebuah “serangan” terhadap kedaulatan wilayah.

Sánchez memerintahkan pengerahan militer sebanyak 60 personel ke daerah terdampak, meskipun pemerintah tidak menyatakan keadaan darurat nasional.

Keputusan menggunakan pasukan dan tidak mengumumkan darurat nasional memicu kritik dari partai-partai kanan dan sebagian publik di dalam negeri.

Sementara itu, kebijakan sebelumnya dari Madrid yang mencakup proses legalisasi bagi sekitar 500.000 migran tanpa dokumen kini menjadi bagian dari perdebatan politik.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less