Donald Trump mengirim kuesioner ke NATO, aliansi terancam
- account_circle khasanah
- calendar_month Minggu, 16 Agt 2026 08:30 WIB
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sengketa khusus juga muncul mengenai izin pemanfaatan pangkalan untuk operasi ofensif, terutama dalam konteks ketegangan dengan Iran.
Beberapa negara anggota dilaporkan menolak penggunaan fasilitas bersama untuk misi yang berpotensi menyerang, yang menurut pejabat AS berdampak pada perencanaan operasional.
Seorang pejabat pemerintahan Amerika Serikat menggambarkan pembatasan semacam itu sebagai sesuatu yang “memalukan” karena dinilai menghambat efektivitas dan keselamatan pasukan.
Meski demikian, Amerika Serikat tetap mempertahankan kehadiran militer yang signifikan di Eropa, termasuk ribuan personel yang ditempatkan di Jerman.
Pangkalan Udara Ramstein tetap diakui sebagai simpul logistik penting bagi operasi AS di Eropa, Afrika, dan Timur Tengah, serta pusat kerja sama intelijen dan dukungan udara.
Di sisi lain, perdebatan internal di Eropa semakin mengemuka tentang upaya memperkuat otonomi strategis dan mengurangi ketergantungan pada Washington.
Pada pertemuan tingkat tinggi di Den Haag pada 2025, anggota NATO sempat menyepakati peningkatan pengeluaran pertahanan sampai target tertentu pada 2035.
Namun pertanyaan kini muncul mengenai realisasi komitmen tersebut dan konsistensi pelaksanaannya di tengah tekanan politik domestik.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



