Turki Minta Interpol Tangkap Netanyahu; Ketegangan Memanas
- account_circle khasanah
- calendar_month Minggu, 23 Agt 2026 05:58 WIB
- visibility 20
- comment 0 komentar
- print Cetak

Turki Minta Interpol Tangkap Netanyahu, Risiko Krisis Energi dan Ketegangan Meningkat di Timur Tengah
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Selain masalah di laut, wilayah Suriah juga menjadi sumber ketegangan setelah serangan udara yang menarget pangkalan Abu al-Duhur pada 18 Agustus merusak landasan pacu baru.
Israel menyatakan serangan itu menarget sasaran militer tertentu, sedangkan beberapa pihak menilai insiden tersebut sebagai eskalasi yang tidak perlu.
Turki dan Suriah membantah adanya penempatan pasukan Turki di lokasi yang diserang, dan peringatan dilontarkan agar situasi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Secara paralel di arena hukum internasional, Mahkamah Internasional (ICJ) sedang menelaah gugatan Afrika Selatan terhadap Israel terkait tuduhan genosida.
Mahkamah Pidana Internasional (ICC) sebelumnya mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant pada November 2024 atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Israel adalah pihak pada Statuta ICJ namun bukan anggota ICC, dan pemerintah Israel membantah semua tuduhan yang diajukan.
Langkah Turki meminta Red Notice menempatkan persoalan ini ke ranah penegakan hukum lintas batas dan menekan negara-negara anggota Interpol untuk merespons.
Respons Interpol dan tindakan negara-negara anggota akan menentukan dampak lebih lanjut pada hubungan Turki-Israel serta implikasi stabilitas regional.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




