Dedi Mulyadi Ingatkan Mahasiswa PGSD: Jumlah Guru Sudah Melimpah, Perlu Adaptasi dengan Kebutuhan Zaman
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
- visibility 123
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti pilihan jurusan mahasiswa baru, khususnya Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Universitas Pasundan (Unpas). Ia menilai, jumlah guru saat ini sudah berlebih sehingga perlu dipikirkan bidang lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan masa depan.
“Mahasiswa harus bisa menyesuaikan diri dengan tantangan zaman. Kita perlu memetakan, apa yang akan menjadi kebutuhan 10 tahun mendatang. Dari sana, baru menyiapkan sumber daya manusia yang benar-benar terampil,” ucap Dedi usai menghadiri acara Perkenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unpas di Sabuga, Bandung, 16 September 2025.
Menurutnya, salah satu persoalan mendasar di dunia pendidikan ialah ketidakseimbangan antara lulusan perguruan tinggi dengan sektor industri. Banyak bidang yang sebenarnya sudah penuh tenaga kerja, justru tetap diproduksi, sementara sektor yang kekurangan pekerja tidak terisi.
“Guru yang jumlahnya sudah menumpuk tidak bisa serta-merta diatasi hanya dengan mengangkat honorer menjadi PPPK. Kalau lulusan PGSD setiap tahun terus bertambah, lalu siapa yang bisa menampung? Itu yang harus dipikirkan bersama,” tegasnya.
Data Open Data Jabar tahun ajaran 2024/2025 menunjukkan, Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan jumlah guru SD terbanyak, yakni 18.579 orang. Sementara Kota Banjar memiliki jumlah guru paling sedikit, hanya 1.032 orang.
- Penulis: Bobby Suryo



